Andri Permana

  • Archive
  • RSS
  • Ask Me

Ramona dan Kerinduan

“Apa kabar kemanusiaan? Apa kabar nurani?” Ramona bergumam, aku bingung harus jawab apa. Aku nyalakan rokok, buka kaleng bir.

“Kenapa akhir-akhir ini mereka selalu mengkaitkan kematian dengan isu-isu populer? Orang mati dibilang pengalihan isu, orang mati dibilang teror, orang mati dibilang politik..”

Mona terlalu jauh, aku potong pertanyaannya, “Sudahlah,” belum sempat aku meneruskan kalimatku dia balik memotong.

“Maksudku kenapa orang-orang begitu berani mengkaitkan isu favoritnya dengan sesuatu yang begitu memilukan seperti kematian? Orang mati, jari diangkat ditunjuk sana-sini, tangan dikepal ke udara penuh emosi” dia membuka kalengnya.

“Maksudmu apa, Mon?”

“Kita harus menemukan nurani, ini soal kemanusiaan!” ujarnya setengah berteriak.

“Itu hak mereka, Mon. Seperti halnya juga kamu dibiarkan bertanya seperti tadi, itu hakmu”

Aku lihat Mona menenggak dari kalengnya, menghisap rokoknya dalam-dalam menghembuskan asapnya, menghisapnya lagi dalam-dalam, menghembuskannya lagi. Tetiba Mona menangis. Dengan terseguk suara paraunya masih mengeluarkan kata-kata,

“Tapi mereka didengar banyak orang, aku tidak” aku peluk Mona, kuusap punggungnya sesekali, air matanya semakin deras, “Aku merindukan nurani, Andri. Sebagaimana mereka mengingikan kekuasaan dan uang”

  • 10 months ago
  • Comments
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Recent comments

Blog comments powered by Disqus
← Previous • Next →

Portrait/Logo

About

Art, literature, social media, music, and movie enthusiast.

Pages

  • Playdept.
  • The Mixtapes Project
  • Review Bastard

Me, Elsewhere

  • andripermana on Behance
  • @AndriPermana on Twitter
  • Facebook Profile
  • AndriPermana on Vimeo
  • AndriPermanaSR on Youtube
  • hello.andri on Flickr
  • andripermana on Delicious
  • AndriPermana on Last.fm
  • AndriPermana on Soundcloud
  • AndriPermana on Foursquare
  • My Skype Info
  • Linkedin Profile
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask Me
  • Mobile

© AndriPermana 2011. Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr