Andri Permana

  • Archive
  • RSS
  • Ask Me

Sepuluh film indie terbaik (yang pernah saya tonton)

Menurut Wikipedia, Film Indie adalah film yang dibuat bukan oleh studio besar, jenis film ini disebut juga sebagai sebuah film seni yang peredarannya tidak semassal film biasa. Karena diproduksi oleh studio-studio kecil, distribusinya juga tidak melalui distributor besar. Untuk dapat dikategorikan indie, sebuah film setidaknya lebih dari setengah biaya produksinya tidak dibiayai oleh studio besar. Menghabiskan biaya rendah, walaupun tidak selalu, pada umumnya adalah sebuah persembahan pribadi dari sang pembuat film dengan tema, cara pengambilan gambar, alur cerita, dan keperluan teknis lainnya persis seperti apa yang diinginkan. Tidak banyak bioskop yang memutarnya, bahkan kadang hanya screening untuk beberapa orang saja, hal ini tentu saja untuk mengejar (atau malah dampak) dari sifatnya yang mengakomodir selera-selera sekelompok orang tertentu saja.

Ada banyak sekali film indie di luar sana, sedikit saja yang pernah saya tonton, sepuluh yang saya anggap patut dibagi adalah:

Reservoir Dogs (1992)

Sebuah debut yang epic dari Quentin Tarantino, saya pikir semua hal yang ada di film ini tidak biasa digunakan dalam produksi film biasa. Keberhasilan film inilah yang kemudian membawa Tarantino untuk lebih berani menjadi dirinya sendiri saat diberi kepercayaan oleh studio besar. Semua ciri khas Tarantino dimulai dari sini.

The Blair Witch Project (1999)

Bagaimana membuat sebuah film horor yang bagus tanpa harus menakut-nakuti penonton dengan sosok mengerikan atau darah di mana-mana? Kirim beberapa orang ke hutan untuk mencari hantu, beri mereka kamera tapi jangan beri mereka alat komunikasi.

Memento (2000)

Kalau kamu bertemu seseorang dengan kamera polaroid dan tattoo catatan-catatan aneh beserta waktunya, kamu mungkin sedang dalam Memento. Orang tadi adalah Leonard Shelby, seorang detektif yang kehilangan kemampuan untuk mengingat apa yang telah dilewatinya, Shelby sedang memburu pembunuh istrinya. Di Memento, Christopher Nolan membuat semuanya jungkir balik, baik jalan cerita film itu sendiri sampai dengan kita para penonton. Buat saya, ini masih film terbaiknya Nolan.

The Texas Chainsaw Massacre (1974)

Jangan pernah makan sembarangan ketika kamu sedang ada dalam perjalanan jauh, pun makanannya luar biasa enak kamu tidak akan tahu bagaimana masakan itu dibuat, atau dari apa! Film yang dibuat ulang di 2003 ini menceritakan tentang seorang kanibal yang memotong-motong tubuh mangsanya dengan sebuah gergaji mesin, dan dia senang sekali berbagi dengan orang-orang yang lewat di sekitar rumahnya. Walaupun remakenya tidak sebagus versi asli, tapi di 2006 ada prekuel yang menurut saya cukup bagus untuk melengkapi film yang disutradarai Tobe Hooper ini.

Being John Malkovich (1999)

Sesekali kita ingin masuk ke kepala seseorang dan mengetahui isi serta bagaimana orang tersebut melihat dunia, atau saya saja yang merasa seperti itu? Tapi kalau kamu termasuk yang mempunyai keinginan seperti itu, film betul-betul memvisualisasikannya. Sutradara yang sering terlibat project pembuatan dokumenter atau video clip musisi-musisi besar macam Weezer dan Bjork, Spike Jonze, membawa kita menuju kepala seorang aktor bernama John Malkovich.

Lost in Translation (2003)

Sofia Coppola bukan hanya anak dari sang pembuat trilogi Godfather, tapi juga seorang penyampai yang brilian. Setidaknya untuk sebuah cerita cinta modern seperti film ini. Bill Murray bermain sebagai Bob Harris, seorang aktor yang merasa kehidupan selebritinya hampa. Bob mengunjungi Jepang untuk sebuah rangkaian acara keartisan dan pertemuan dengan seorang hipster cantik yang menawarkan cinta tidak biasa.

Juno (2007)

Jangan menyepelekan Juno, gadis ini punya pemikiran yang jauh lebih dewasa daripada kelihatannya. Si cantik Ellen Page bermain brilian sebagai Juno, tapi banyak-banyak pujian patut kita persembahkan untuk sang penulis naskah Diablo Cody. Kalau umur kamu diatas 30 dan ragu menonton film ini karena kemasannya yang sangat remaja, pikir ulang!

Sex, Lies and Videotape (1989)

Sebuah debut dari Steven Soderbergh yang berhasil menyiksa para penonton dan kritikus di Sundance dan memboyong Palme D’Or dari Cannes. Kisah cinta segi tiga antara suami istri dan saudara perempuan sang istri, ditambah kebiasaan aneh teman lama si suami dengan kameravideonya.

The Terminator (1984)

Oh ya, film ini indie. Tidak seperti sekuelnya, James Cameron memilih untuk indie di film ini, dan berhasil. Seorang robot dari masa lalu yang datang untuk membunuh Sarah Connor, dibuat dengan efek visual yang state-of-the-art. Jangan lupa, film ini dikategorikan sebagai film kelas B pada saat itu.

Mean Streets (1973)

Martin Scorsese dan Robert de Niro di Little Italy. anda pasti tahu ini tentang apa, dan jangan lupa film ini dibuat Scorsese secara indie, pasti dengan alasan tertentu bukan?

 

    • #List
    • #Movie Review
    • #Sepuluh Terbaik
  • 7 months ago
  • Comments
  • Permalink
  • Share
    Tweet

Recent comments

Blog comments powered by Disqus
← Previous • Next →

Portrait/Logo

About

Art, literature, social media, music, and movie enthusiast.

Pages

  • Playdept.
  • The Mixtapes Project
  • Review Bastard

Me, Elsewhere

  • andripermana on Behance
  • @AndriPermana on Twitter
  • Facebook Profile
  • AndriPermana on Vimeo
  • AndriPermanaSR on Youtube
  • hello.andri on Flickr
  • andripermana on Delicious
  • AndriPermana on Last.fm
  • AndriPermana on Soundcloud
  • AndriPermana on Foursquare
  • My Skype Info
  • Linkedin Profile
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask Me
  • Mobile

© AndriPermana 2011. Effector Theme by Carlo Franco.

Powered by Tumblr