Jejaring Sosial dari Google sebelum Google+
Sejak awal bulan ini beberapa teman yang melek IT ramai sekali membicarakan produk baru dari Google yang masih dalam tahap pengenalan kepada publik, Google+. Tapi kali ini saya tidak akan bicara tentang itu, sebagai pengingat, mari kita tengok beberapa jejaring sosial yang pernah dibuat oleh Google sebelum akhirnya meluncurkan Google+.

Ditemukan oleh seorang staff bernama Orkut Büyükkökten pada 2004, Orkut adalah jejaring sosial yang mirip dengan Facebook. Uniknya, Orkut ini malah diluncurkan beberapa bulan sebelum Facebook diperkenalkan kepada publik. Sayangnya, Google seperti tidak melihat potensi dari ide Orkut ini. Pemasarannya terkesan tidak terlalu gencar, Orkut memang punya seratus juta lebih pengguna, tapi sebagian besar tidak di Amerika. Sebagian besar penggunanya tinggal di India dan Brazil. Dan satu lagi, setelah tujuh tahun, Orkut masih beta.

Ditemukan tahun 2000 yang lalu oleh dua orang mahasiswa New York University, Dennis Crowley dan Alex Rainert, Dodgeball adalah sebuah aplikasi selular yang memungkinkan pemakainya untuk check-in di tempat-tempat yang ada di dunia nyata. Diakusisi oleh Google pada tahun 2005, Dodgeball ditinggalkan para penemunya pada April 2007. Setelah itu, Dodgeball tidak berkutik. Ketidaktertarikan publik kepada Dodgeball karena ide yang kemudian dikembangkan lagi oleh Crowley dalam Forsquare ini adalah karena tidak familiarnya sebuah aplikasi selular pada saat itu. Ditutup pada tahun 2009, Dodgeball dilanjutkan oleh Google Latitude.

Jaiku adalah sebuah jejaring sosial yang mengadopsi ide micro-blogging seperti Twitter, diciptakan tahun 2006 oleh dua orang Finlandia lalu diakusisi oleh Google pada tahun 2007. Sama seperti Twitter, Jaiku membatasi penggunaan di 140 karakter dan diperuntunkan untuk para pengguna seluler (pada awalnya berbasis SMS). Jaiku masih ada sampai sekarang, tapi alih-alih penuh orang yang saling berbagi informasi seperti di Twitter, jaiku malah dipenuhi bot yang membombardirnya dengan spam.

Ada dua hal yang membuat Google beberapa kali kurang sukses ketika berkaitan dengan jejaring sosial, terlalu awal dan terlalu canggih (baca: rumit). Wave adalah sebuah produk yang mengkombinasikan fitur-fitur dari mulai fitur e-mail, instant messaging, photo sharing services,dan groupware, yang pada saat itu tidak satupun yang dapat mengakomodasi semua itu. Sebuah produk yang luar biasa. Tapi lagi-lagi, Google tidak melihat bagaimana briliannya ide tersebut dan lantas melimpahkan Wave kepada Apache Foundation, entah kenapa.

Buzz itu seperti Twitter, dengan fitur yang lebih banyak dan karakter yang lebih banyak juga. Diintegrasikan dalam GMail, tapi justru itu yang membuat produk ini tidak selaku Twitter. Di Twitter kamu bisa berbagi dengan siapa saja, tapi dengan orang-orang yang ada di buku alamat email? Untungnya, Buzz sekarang diintegrasikan dalam Google+, fitur yang unggul dan memang seharusnya seperti itu sejak dulu.
